Letak geografis suatu daerah terkadang sangat kental mempengaruhi budaya hidup masyarakatnya, terutama hubungan masyarakatnya dengan masyarakat yang tinggal didaerah lain. Oleh karena lingkungan yang seolah – olah terisolasi, dengan keberadaan lembaga pendidikan sekitar lingkungan tersebut cukup memberikan warna kehidupan yang berbeda, sekalipun jenjang pendidikan minimal Sekolah Dasar hal cukup membimbing anak sejak usia dini, dan sebagai peserta didik anak tersebut bisah berpikir selangkah kedepan bisah diajak mencintai lingkungannya.
Hubungan dunia pendiidikan dengan lingkungan hidup sangat
erat, baik dalam pembentukan karakter masyarakat, pada umumnya daerah plosok
yang jauh dari pusat pemerintahan masih mengandalkan pola hidup lama baik dalam
mengolah kebutuhan hidupnya maupun hidup berinteraksi kesesamanya, jadi setelah
masyarakatnya tersentuh oleh dinamika pendidikan maka minimal anak – anak
mereka bisah secara perlahan berpikir maju baik dalam dunia kesehatan,
interaksi pergaulan, dan mungkin tatacara pelestarian lingkungan hidup deengan
bagaimana cara memamfaatkan hasil dari alam dan peremajaan generasi berikutnya.
Lingkungan yang dulunya mungkin kurang terawat karena hanya
memamfaatkan selagi produktif dan pengolahan
secara berpindah – pindah, dengan diajarkan anak – anak mereka akan pentingnya
pelestarian lingkungan hidup maka barang
tentu akal sehat mereka akan terbuka tentang pentingnya melestarikan lingkungan
mereka. Fakta nyata banyak daerah terpencil dengan kategori desa tertinggal
mampu bangkit setelah pemerintah setempat mengupayakan pembangunan sarana
pendidikan dan pengiriman guru, dengan pembinaan yang bertahap tapi pasti membuat
generasi berikutnya mampu melestarikan lingkungan tempat tinggal mereka, cepat
atau lambat lingkungan yang dulunya serba kedaerahan yang taunya sekedar
tinggal mungkin sudah bisa tertata walau
sekedar kebersihan dan kerapian tempat tinggalnya .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar