Sabtu, 16 Juli 2016

MEMBANGUN PARADIGMA PENDIDIKAN DI PELOSOK TERPENCIL



Pemberdayaan sumber daya manusia dipelosok terpencil cukup dilema, karena terkadang sarana – prasarana yang kurang mendukung serta penyediaan infrastruktur belum memadai. Hal ini cukup mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat kedaerah yang bersangkutan melalui SKPD, dengan diberlakukannya pendidikan program 9 tahun maka dari situpulahlah keinginan pemerintah untuk membenahi semua pasilitas yang ada mulai dari kota sampai kepelosok.

Suatu kebanggan masyarakat yang bermukim didaerah terpencil karena mampu mengakses dunia pendidikan tampa harus keluar daerah,namun walau pemerintah sudah berusaha keras melakukan pemerataan pendidikan dengan dalih untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tampa terkecuali, tapi terkadang tetap saja sebatas keinginan karena faktanya dilapangan belum maksimal. Hal ini dikarenakan sarana yang tersedia didaerah terpencil masih sekedar sarana namun perangka pelaksana tugasnya belum tertata dengan baik, masih belum adanya pemerataan penyebaran pendidik secara maksimal.

Jumlah sekolah yang masih dihidupkan oleh tenaga pendidik sukarela masih terbilang banyak, ini karena masih banyak guru dikota enggan mengabdi didaerah terpencil yang nota banenya menyalahi sumpah jabatan yang awalnya siap ditempatkan dimanapun. Membangun paradigma pendidikan di daerah terpencil salah satu tanggung jawab moral yang di embang oleh para pendidik, namun tak berhenti sampai disitu terkadang seorang pengabdi ditpaksa menantang akses jalan yang belum memadai seperti dikota – kota besar. Sarana pendidikan didaerah terpencil cukup memberi angin segar oleh masyarakat karena anak – anak bangsa sudah mampu mengakses pendidikan secara geratis dan mapu secara tidak langsung mengangkat moral keluarganya.

Banyak masyarakat terhindar dari buta huruf dan mampu mengenal pola hidup modern dengan mendapatkan pembinaan dari sekolah, mampu berinteraksi dengan pola pikir yang terpelajar dan menjadi contoh baik ditengah – tengah keluarganya dan masyarakat pada umumnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar