Dengan semakin berkembangnya dunia pendidikan umum, pendidikan dibidang keagamaan juga tidak kala berkembang mulai dari sekolah bertaraf ibtidaiya sampai pondok pesantren ini karena tuntuan keseimbangan antara akhlak dan ilmu pengetahuan secara umum, sekolah yang berbasis pondok pesantren pada umumnya bertujuan mencetak ahlak secara religi serta dibarengi dengan ilmu pendamping pengetahuan umum. Didunia pendidikan umum pada dasarnya juga mencetak akhlak dan budi pekerti yang luhur bagi peserta didiknya namun mesti diseimbangkan dengan ilmu pengetahuan umum, sedangkan dalam dunia pendidikan keagamaan lebih mengutamakan ilmu agama dan pengenalan pengenalan Al Qur an secara mendalam ini karena memang semua santri dituntut menguasai isi Al Qur an lebih mendalam dbanding ilmu umum, namun semakin berkembangnya zaman secara modren sekarang pada umumnya pondok pesantren sudah memantapkan kurikulumnya berbasis iptek, dikarenakan kelak alumninya tidak ketinggalan technologi.
Pendidikan dan akhlak adalah cukup sejalan dari zaman ke
zaman karena secara pormal masyarakat dapat menerima pembinaan yang betul –
betul berkompotensi, baik sains, iptek,dan keagamaan sehingga kedua lembaga ini
salin berlomba untuk memberikan pembinaan yang sesuai dengan harapan
masyarakat, akhlak setiap orang dapat secara bertahap dipoles dibangku sekolah
yang otomatis kelak mampu berinteraksi secara khalifah ditengah – tengah
masyarakat. Ketauladanan seseorang dapat terlihat ketika mereka mempunyai
akhlak yang baik.
Dengan kesungguhan seorang anak untuk menimbah ilmu baik
dunia pendidikan umum maupun dunia pendidikan keagamaan ( Pondok pesantren )
seolah meraih sebuah kemenangan yang besar ketika keberadaannya ditengah –
tengah masyarakat dan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya dari sunia
pendidikan, jika seseorang alumni pendidikan keagamaan maka barang tentu
berinteraksi kemasyarakat secara religi, dengan keilmuan yang yang dikuasai,
tuntunan ilmu pendidikan adalah perkataan yang santun,jiwa tauladan, dan
lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar