Dalam serangkaian pola sikap seseorang baik interaksi dalam keluarga sendiri maupun dalam kehidupan bermasyarakat terkadang ada sikap yang santun dikedepankan, sikap semacam ini adalah percontohan dari perilaku seseorang yang diteladani dan pada dasarnya masyarakat memandang seseorang tersebut sebagai seorang pemimpin. Sikap keteladanan semacam itu tidak serta merta terbentuk dengan sendirinya melainkan melalui peroses panjang, dan pada hakekatnya terbentuk dalam keseharian kita dalam dunia pendidikan.
Dasar – dasar kepemimpinan seseorang sudah muncul secara
internal dalam dunia pendidikan takkala seseorang mampu mengayomi teman –
temannya secara terorganisir, dan selalu menonjol diantara teman sebayanya
ketika berada dimasyarakat dan dalamkehidupan keluarganya sendiri dia selalu
jadi garda terdepan ketika sesuatu disolusikan. Kepemimpinan dalam dunia
pendidikan secara siklus diajarkan oleh guru dan dosen ketika kita mendapat
materi kewarganegaraan dan sosial budaya politik, jadi pendidikan dan
kepemimpinan sangat erat hubungannya untuk membuat karaater anak terbentuk,
namun terkadang tidak semua anak bisa menerapkan konsep aplikasi tersebut krena
terkadang pengaru lingkungan yang terlalu pekah membentuknya.
Jika seandainya memang seseorang mau menerimanya dengan
aplikasi yang sungguh – sumgguh maka sudah barang tentu akan kelihatan
karakternya dalam diri sianak tersebut, banyak alumni dari pendidikan pormal
yang menjadi tauladang dalam berorganisasi ditengah – tengah masyarakat, karena
mampu menerima perspektif jiwa kepemimpinan dibangku sekolah dan terkadang
bisah dengan mudahnya mengapliasikannya ketengah masyakat, dunia pendidikan
cukup besar konstribusinya dalam pembentukan arakter anak bangsa, terutama
masyarakat yang dalam hal kepemimpinan
mulai dari sekolah dasar seorang peserta didik mentalnya sudah terbentuk bahwa
kedepannya kelak bisah menjadi warga yang panutan. Masyarakat merasa bisa
dikomandoi oleh seorang komunitasnya yang berjiwa pemimpin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar